Translate

Jumat, 23 Juni 2017

Lebaran?


Dave, lebaran itu hanya sebuah kata
entah kalau natal

menjelang lebaran, kita sibuk memikirkan pakaian, kue, makanan, bahkan bingkisan.
rasanya aneh juga, jika lebaran tak bagi-bagi uang angpaw
lalu kita sibuk menukarkan uang

persiapan biaya lebaran kini lebih mahal dari pendaftaran masuk sekolah
jadi jangan heran, setiap lebaran kita sibuk mencari uang.
bagi kita yang hanya pengusaha kecil-kecilan, jika tak ada uang  terpaksa mencari pinjaman.

Dave, lebaran itu apa ya?
katanya kembali kepada yang fitri
kembali suci, dosa dosa terampuni
tetapi masih ribut soal baju lebaran yang harus baru, sepatu untuk jalan-jalan, dan sandal untuk solat Ied.

Apa yang sejati dari lebaran Dave?
setiap malam aku mendengar suara dari masjid, jangan lupa zakat fitrah.
Lantas, kita bingung harus zakat di masjid mana, padahal di ujung sana
kerabat kita, masih ada yang menerima sumbangan beras dari tetangga.
ironis Dave
seperti cinta kita
ironis
dan miris

kau merayakan natal
aku mengeluhkan lebaran

Bandung, 2017

Food Combining : Sehat dan Murah (part2)

Masih bahas soal food combining (FC). kenapa sih saya ngotot bahas soal diet FC ini? karena saya sudah mempraktikkan berbagai jenis diet, dari yang alami sampai yang menggunakan obat, tapi buat saya kurang cocok. sedangkan ketika saya mencoba food combining, saya merasa tubuh saya segar, segala sakit hilang, dan turun berat badan.

FC ini tujuan utamanya sehat, langsing atau gemuk itu bonus.

Pembaca setia, banyak banget loh artikel tentang food combining, silahkan dicek kalau mau lebih detil, intinya diet FC ini untuk keseimbangan PH dalam tubuh, jadi kalau tubuh kita seimbang dan sehat, maka sel sel mudah diperbaharui dan penyakit pun sembuh dengan sendirinya.

Kali ini saya akan memaparkan cara diet dan menu diet yang saya jalankan.
06.00 - 12.00  waktu pembuangan (sarapan buah)
bangun tidur langsung minum jeruk nipis peres dicampur air hangat. caranya tuang air hangat dulu, lalu peras jerus nipis/ jeruk lemon. minum pelan pelan biar tercampur dengan air liur.
sejam kemudian saya minum jus tanpa gula (buah naga, pepaya, apel, wortel)
sejam kemudian saya lapar (maklum ibu menyusui), lalu saya makan buah potong (apa saja kecuali duren dan nangka) sampe kenyang. kadang kadang saya makan sayur saja (waluh, buncis di rebus/kukus), jangan sampai kita menahan lapar ya.
alhamdulilah BAB lancar tiap pagi.

Jam 12.00 - 20.00 waktu pencernaan

nah, di jam ini saya makan nasi dengan sayur sop atau pecel atau lotek. ditambah tempe tahu atau perkedel. Intinya, karbohidrat tidak boleh dicampur dengan protein hewani. Jadi, kalau makan nasi, padanannya adalah sayur, tidak boleh ikan atau daging. Jika kita ingin makan ikan atau daging, padanannya sayur. Tapi saran saya, makan daging itu sesekali saja, toh tubuh kita lebih baik jika diberi protein nabati.
Sebelum malam saya makan sayur dengan ikan. kadang sayur dengan tahu.

saya tidak makan makànan olahan apapun seperti roti, susu, keju, kue, mie, dll. kalau mau cheating karena "kabita", paling ambil dua kue kecil.

nah, gampang kan? intinya sebisa mungkin kita makan makanan yang alami. selamat mencoba

Tak Ada Lagi Cinta, Melva

Terinspirasi oleh sajak Acep Zamzam Noor

benar Melva, tak ada lagi cinta
yang ada kepentingan belaka

orang-orang sibuk menikah
sebab mereka ber euforia
cincin tunangan, foto pre wedding
design undangan dan gaun pengantin.
setelah itu mereka berbulan madu
lalu wajah dan perjalanan mereka akan sangat indah di media sosial,
tak lama pun pengantin itu memiliki anak, dan mereka sibuk memilih nama bayi, baju bayi dan pesta bayi.

Melva, kelelahan menyita banyak hal
termasuk cinta.
hari-hari yang manis telah habis
pertengkaran hadir
amarah dan kebosanan
cinta tak lagi dibutuhkan
sebab cinta memang sudah tak ada

benar Melva, tak ada lagi cinta
yang ada hanya kepentingan semata.

Bandung, 2017

Senin, 19 Juni 2017

Food Combining: Sehat dan Murah

Sudah lima bulan usia anak saya. Sejak melahirkan, banyak sekali yang saya kerjakan dan yang mereka (keluarga) kerjakan. Tentu saja, kehadiran bayi mengalihkan banyak perhatian, dan tentu saja hal utama yang harus diprioritaskan adalah soal kesehatan. Kesehatan untuk ibu dan bayi itu sendiri.

Ngomong-ngomong soal kesehatan, sejak hamil saya pelaku food combining (masih abal abal sih) karena sering melanggar. Tapi, setiap pagi, jeruk nipis dan jus ga pernah lewat. Hasilnya, alhamdulilah anak saya putih dan bersih banget (emang ngaruh? ngaruhlah).

Setelah melahirkan para orangtua sibuk menjejali makanan. Sayur, ikan, bubur kacang, roti, dll. Supaya asinya banyak. dan pola makan food combining pun terlupakan. saya tidak menyalahkan siapa siapa, toh saya sendiri selalu merasa lapar dan ga peduli dengan apa yg saya makan. hampir tiap hari saya merasa lemas, sakit lutut, sakit punggung, sakit kepala dan sakit perut. Karena saya menyusui, saya pikir saya kurang kalsium. Akhirnya setiap hari saya tambah roti, susu, keju, sereal, daging. Namun, sakit sakit itu ga hilang. setelah usia anak saya 4 bulan saya baca baca lagi artikel food combining, lucu dan seru juga buka twitnya erikar lebang. Saya mulai lagi pola makan food combining, meskipun makan siang sudah dimulai di jam 11. tiap pagi saya minum jus tanpa gula dua atau tiga gelas, siang saya makan nasi dan sayur, kadang direbus atau di sop. kalau lapar makan lagi, sampai malam,  ayam dan ikan sesekali. saya sudah tidak minum susu dan tidak makan roti, keju, atau makanan olahan lain. Saya tambah minum air putih, sesekali sop buah.

Sudah dua minggu saya menjalani FC, alhamdulilah semua keluhan itu hilang. Lemas, sakit punggung, lutut, perut dan kepala sudah tidak ada.
Saya semakin yakin dengan pola makan ini, bagaimana pun makanan dan minuman alami lebih baik. Semoga saya konsisten menjalankan Food Combining

Rabu, 24 Februari 2016

Sebab Kita

ingin kuukir lagi namaku di tanahmu
dengan ranting pepohonan layu
di bawah langit yang tak lagi biru

kekasihku
kini malamku tak berhias mimpi
sejak perpisahan benar benar terjadi
sejak tanahmu menjadi batu
sejak wajahku lenyap dari ingatanmu

amarah kita barangkali tumpah
sebab cinta sudah berubah
sebab garis menunjukkan yang lain
sebab takdir berkata lain

2015

Kamis, 23 Oktober 2014

Mesin Waktu (Time Machine)


It’s been an honour for me to take pictures of my friend’s poems book. Meitha KH wrote a poems book entitled “Mesin Waktu” (Time Machine). “Mesin Waktu (Time Machine)” is an anthology of 49 poems written between 2002 – 2012. Meitha KH is well-knowned as a presenter at MQTV and a writer for several articles and publications. We can read more about her on her blog at : http://meithakh.blogspot.com
Soni Farid Maulana, who wrote the “Mesin Waktu” introduction, told that Meitha’s poems were talking about love in socio-religious and even more, in mystical-religious point-of-view. Soni said that Meitha’s poems were very personal, simple, but full of meanings and nuances. Well, I couldn’t make any judgement or review about the content of “Mesin Waktu” because I don’t have a literature background and I’m not a valid and reliable person to make any assessment about poetry.
What I could do was just trying to produce a still-life photography about this book. This poems anthology related with ‘time’ so I configured its visual with “time-related” accessories. I used a clock and a calendar (which then I made some cuts of the calendar) and I set them on a multi/still-life table. I used a variety set of lighting by using 2 softboxes and a halogen lamp. (Zakaria Lantang)

Sajak Untuk Laut




kamu tahu cintaku, 

pasir pantai kembali memutih di hatiku
gemuruh ombak begitu riuh di dadaku
aku yang sunyi

memandang laut dan langit kemerahan
lalu wajahmu muncul di permukaan
timbul tenggelam
begitu biru dan haru
saat kau melambaikan tangan

2014

Bedah Buku Daya bersama Bank BTPN





Bedah buku Daya - Kisah inspiratif untuk Dayakan Indonesia, bersama Her Suganda, Iwan Setiawan,David Freddynanto, Riyeke Ustadiyanto di Universitas Indonesia.
Buku ini berisi tentang kisah-kisah inspiratif untuk semua kalangan, ditulis oleh bapak Her Suganda, dan didukung oleh Bank BTPN.

Lomba Menggambar dan Mewarnai




Dalam rangka hari ozon internasional beberapa teman menggelar acara lomba menggambar dan mewarnai. Menjadi juri dalam acara tersebut merupakan pengalaman yang menyenangkan buat saya. Dapat menikmati kreatifitas anak-anak bangsa yang luar biasa. Antusias dan dukungan orangtua para peserta pun sangat terasa, Acara ini digelar pada tanggal 21 September 2014 bertempat di ruang terbuka Taman Cilaki Bandung.

Peluncuran Sinologi dalam Fiksi karya Remy Sylado (Moderator, Meitha KH)

Peluncuran Sinologi dalam Fiksi

Kabar Nuansa: Senja di Sabtu, 12 Juli 2014 itu, Bandung diguyur hujan. Kemacetan pun melanda seantero kota kembang. Di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Bandung, tempat bersejarah di mana Ir. Soekarno diadili oleh Belanda, suasana nampak sepi. Tetapi kurang setengah jam sebelum buka puasa, seiring dengan redanya hujan, suasana mulai ramai. Beberapa sepeda motor dan mobil parkir di halaman yang terdapat sebuah pohon beringin besar itu. Mereka, terdiri dari laki-laki dan perempuan dari beragam usia berkumpul bersama. Ramai di depan aula, tempat stand buku dan registrasi.
2014-07-12 17.29.17
Faiz Manshur
Senja itu, Penerbit Nuansa Cendekia menggelar gawe acara bertama “Peluncuran Novel Perempuan Bernama Arjuna 2 (Sinologi dalam Fiksi)” buah karya satrawan kenamaan Indonesia, Remy Sylado. Di aula, lebih seratus kursi berderet penuh sesak oleh pengunjung. Sebagian berdiri, sebagian mencari tempat duduk di beranda gedung sebelah kanan. Jelang buka puasa, Yopi Setia Umbara membuka acara. Sesi pertama sambutan dari Pemimpin Redaksi Penerbit Nuansa Cendekia, Faiz Manshur.
Setelah itu dilanjutkan dengan pentas musik dari Riksa Al Hasil (vokalis Bandung Inikami Orcheska) bersama Herdy Yama (Closehead), dan kurang lima menit adzan magrib berkumandang dilakukan acara potong tumpeng memperingati ulang tahun ke 69 Remy Sylado (Lahir di Makasar, 12 Juli 1945). Eya Grimonia, musisi muda dari Bandung didaulat untuk membawakan tumpeng bagi Sang Maestro. Ucapan selamat, doa, dan tepuk tangan bahagia mengiringi potong tumpeng.
Setelah acara buka puasa bersama dan shalat magrib, acara berlanjut. Dua pembacaan puisi oleh aktor Bandung, Yussak  Anugrah dan Heliana Sinaga. Selanjutnya Meitha KH mendampingi Remy Sylado berbicara panjang lebar tentang novel barunya, Sejarah Cina, akulturasi, hingga urusan proses kreatif menulis.
panjang
Suasana Peluncuran Novel Perempuan Bernama Arjuna 2
“Sebelum saya menulis Filsafat dalam Fiksi memang sudah membaca karya Jostein Gaardner, tetapi saya tak terpengaruh oleh karya itu. Saya menulis karya itu karena ini menjawab satu hal, yakni menjelaskan peta filsafat barat dari Yunani Kuno sampai yang modern yang terangkum dalam sebuah karya. Dan selanjutnya saya menulis Sinologi dalam Fiksi yang menjelaskan tentang pengaruh kebudayaan Cina di Indonesia. Itu sangat penting karena memang pengaruh Cina sudah lama di sini, sekaligus memiliki banyak bukti bahwa bangsa Cina berkontribusi dalam peranan kebudayaan Nasional,” papar Remy menjawab pertanyaan salah seorang peserta.
2014-07-12 19.03.21
Meitha KH dan Remy Sylado
2014-07-12 19.03.21Selain berbicara penulisan, Remy juga mengatakan bahwa dalam berkarya ia senantiasa peduli terhadap realitas bangsa yang paling mendasar. Misalnya dalam kebudayaan, Remy merasa harus mengkritik kenyataan pahit dari keterbelakangan bangsa ini. “Kebangsaan kita tercabik-cabik karena kita telah membalik logika dari yang segarusnya Bhineka Tunggal Ika menjadi Ika Bertunggal Bhineka. Ini menjadikan konflik karena melawan fitrah. Dulu hikayat Adam-Hawa menurunkan dua insan, Habil dan Kabil memberikan pelajaran dua hal yang berbeda terlibat konflik karena satu di antara memaksa dua pikiran dan perasaan menjadi tunggal. Dan kita juga punya kecenderungan untuk memaksakan kehendak itu. Ini merupakan bencana kebangsaan. Itulah salahsatu pesan yang ingin saya sampaikan dalam dua novel tersebut,” tuturnya.
Tak ketinggalan, dalam urusan proses kreatif Remy juga mengkritik kebiasaan para sastrawan di Indonesia yang miskin karya. “Sastrawan di Indonesia yang tua-tua itu kebanyakan hanya besar nama tapi kecil karya. Seharusnya menjadi penyair itu mampu menghasilkan karya yang bernilai, dalam pengertian mampu menghasilkan karya sastra yang memberi pengharapan sekaligus penghiburan, bukan karya yang justru membuat kusut pikiran,” terangnya diiringi tawa meriah peserta.
Dengan dua novel itu, Remy punya maksud agar orang berkenan belajar filsafat secara runut dan jelas. Selain filsafat ia pun merasa perlu menulis tentang sejarah Cina supaya masyarakat memahami akar sejarah kebudayaan. Ia berencana melanjutkan penulisan novel tersebut dalam tema Javanologi, tentang sendi-sendi kebudayaan Jawa melalui novel.[]

Malam Puisi Dua Bahasa (Indonesia - Perancis)







Penampilan penyair Meitha Kh dalam acara Malam Puisi Dua Bahasa pada Minggu (14/09/2014) lalu di Auditorium Bandung. Acara digelar oleh Rumah Baca Ilalang bekerjasama dengan IFI Bandung dan Etienne NAVEAU dosen Jurusan Bahasa Indonesia di INALCO Paris. Kumpulan buku puisi tunggal karya Meitha KH yang berjudul JANTUNG PEREMPUAN edisi Soneta, diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis oleh Prof. Etienne NAVEAU dan akan di terbitkan di Paris pada tahun 2015 bersama penyair lainnya.

Pasir Putih Pantai Sawarna - Pikiran Rakyat 6 September 2014




Siapa sangka, di daerah Bayah, perbatasan antara Propinsi Jawa Barat dan Banten ini, terdapat pesona alam yang tersembunyi. Ya, pantai Sawarna. Pantai dengan panjang sekitar 65 kikometer  ini merupakan  surga yang tersembunyi di laut selatan. Siapa sangka pula, jika kita meneruskan perjalanan sekitar 1,5 jam dari Karang Hawu Pelabuhan Ratu ini, kita bisa menemukan pantai tersebut. Pantai dengan hamparan pasir putih dan bersih, dengan air laut yang jernih, dan gulungan ombak menderu-deru ke sudut kalbu, menenangkan hati dan menyegarkan pikiran.
            Pantai Sawarna ini berada di wilayah Kampung Gendol. Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Pantai pemilik debur ombak yang indah ini berjarak sekitar 150 km dari pusat kota Rangkasbitung atau sekitar 4 jam dari kota Sukabumi.  
            Menuju Pantai Sawarna bukan merupakan perjalanan yang sulit. Setelah melewati Pelabuhan Ratu dari arah Sukabumi, kita dapat melanjutkan perjalanan sekitar 1,5 jam. Jika kita menggunakan kendaraan umum, kita bisa berhenti di pinggir jalan utama menuju pantai Sawarna. Tersedia jasa ojek di situ dengan jarak tempuh 12 km. Sesampainya di desa Sawarna, kita akan menyusuri sebuah gang  dengan melewati jembatan gantung, lalu kita diharuskan membayar karcis seharga lima ribu rupiah. Di situlah pusat wisata Pantai Sawarna. Dan di situ pula penginapan-penginapan kecil mulai terlihat dan lautan biru semakin tampak.
            Pantai Sawarna, pada mulanya dikunjungi oleh wisatawan asing dari Amerika, Australia, Jepang dan Korea. Kebanyakan wisatawan tersebut  gemar bermain Surfing (berselancar), mereka berangkat dari arah Pangandaran menggunakan kapal kecil dan menemukan pantai ini. Terkagum-kagum dengan keindahan pantai dan pasir putihnya yang masih perawan, akhirnya para wisatawan asing itu menceritakan tentang Sawarna kepada teman-temannya. Selain ombaknya yang menantang untuk bermain surfing, di Pantai ini juga terdapat karang yang tinggi, yang dikenal dengan nama “Karang Taraje”. Sejak itulah, banyak wisatawan asing yang datang ke pantai ini, dan sejak itu pula, penduduk sekitar mulai mengelola pantai tersebut dan membuat beberapa penginapan atau “Home Stay”.
            Untuk penginapan atau homestay, harga yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari 150 ribu sampai 350 ribu rupiah. Tergantung fasilitas yang akan kita pilih. Pemilik penginapan menyediakan tempat tidur, kamar mandi, kipas angin, dan AC. Untuk urusan makan, pemilik penginapan juga menyediakan makan 3x sehari. Kita bisa memilih makan di tempat penginapan atau membeli terpisah di kedai makan dekat pantai Sawarna.
            Bukan hanya kawasan itu saja yang tersedia di Sawarna. Sekitar 7 km dari depan gang, kita bisa menemukan  penginapan yang lain yang dibangun di sisi pantai tanpa perlu membayar karcis. Hanya saja, di kawasan itu tidak begitu ramai. Rata-rata, para wisatawan memilih untuk tinggal di pusat kawasan utama untuk berselancar dan menikmati keindahan pantai.
            Meskipun pantai Sawarna belum dikelola oleh pemerintah propinsi, masyarakat setempat sudah mulai membangun daerah pariwisata tersebut. Hampir seluruh penduduk sekitar pantai, membangun penginapan kecil dan kedai-kedai makan di pinggir pantai. Kita dapat menikmati berbagai jenis ikan laut yang masih segar; seperti kepiting, bawal, udang, cumi, dan lain-lain.
            Lantas, apa saja yang dapat kita temukan di daerah tersebut? Ternyata banyak keindahan yang dapat kita resapi di daerah ini. Selain keindahan pantai dan pasir putihnya, kita juga dapat berkeliling untuk melihat gua dan karang. Salah satu karang yang cukup terkenal adalah Karang Taraje. Di Karang ini, Anda dapat memandang pantai dengan bentangan karang yang besar dan luas, juga cekungan karang yang membentuk kolam di antara sela karang. Cekungan tersebut berisi ikan yang sering dijadikan tempat memancing oleh penduduk setempat. Hal lain yang dapat kita temukan adalah agrowisata di area pesawahan. Kita dapat mencari batu-batu hias di sungai Cisawarna, mengunjungi tempat pelelangan ikan, melakukan panjat tebing, atau menuju suaka alam yang terletak di sebelah timur desa Sawarna.
            Nah, menarik bukan. Ternyata, masih banyak keindahan alam di pulau Jawa yang bisa kita nikamati dan kita syukuri keindahannya. Tempat ini cocok untuk liburan Anda  bersama teman-teman atau keluarga, bahkan bagi pasangan yang baru menikah dan ingin menikmati bulan madu.

           
           

             

Selasa, 08 Juli 2014

Jantung Perempuan



TELAH TERBIT!

Judul : Jantung Perempuan (Kumpulan Puisi)
Penulis : Meitha KH
Penerbit : Metafor Imagination (Mei, 2014)
Korektor : Ratna Ayu Budhiarti
Desain kover & Tata letak : Langit Amaravati
Halaman : x + 76 halaman (Hardcover)
ISBN : 978-602-70499-1-8
Harga : 49 ribu (belum termasuk ongkir)
Pemesanan melalui inbox Facebook  atau Whats app: 081222583355

Puisi-puisi di Bali Post



Cimandiri

Membayang-bayang terbayang-bayang
Sungai Cimandiri kekal di ingatan
Sewaktu muda, tubuh kita belia
Kau petik bunga, pipiku merah merona

Di kiri sungai itu, rumput kian belukar
Duduk kita di atas batu. Besar juga bisu
Langit lebih cerah dari sekarang
Kekhawatiran lebih lenyap dari masa depan

Bening sungai memanjang di batinku
Tanpa perahu menuju pulang
Hanya dayung kenangan

Bening sungai di matamu
Cimandiri waktu itu
Begitu lugu

2014



Terlampau Aku

Terlampau sering kita berputar
Sampai sesat di jalan
Sampai lupa arah pulang

Terlampau banyak tempat untuk singgah
Sampai debu-debu melekat di tubuhku
Sampai langkah sulit berpacu
Sampai pada ingin menyerah

Terlampau sering kita mencari
Kesempurnaan dari luar diri
Kelengkapan yang tiada henti

Sampai segala yang kita miliki
Lama-lama pergi
Tak ada arti

2014

Panda, Suka Biskuit Loh! (Pikiran Rakyat, Juni 2014)

Siapa yang punya boneka Panda di rumah? Atau pernah melihat binatang Panda? Sobat percil tentu tahu apa itu Panda. Banyak film yang menayangkan tentang Panda, bahkan boneka Panda dapat kita temukan di toko boneka sekitar kita.  Panda memang binatang yang lucu. Binatang mamalia ini dikelompokkan ke dalam keluarga Beruang yang berasal dari Tiongkok Tengah. Panda besar tinggal di daerah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Sebenarnya Panda ini merupakan binatang Karnivora atau pemakan daging. Tetapi sebagian besar Panda, hanya memakan tumbuh-tumbuhan seperti bambu. Jika Panda sedang makan, telinganya bergerak-gerak saat mengunyah. Lucu kan sobat percil?
            Sobat percil tahukah apa makanan favorit binatang Panda ini? Ternyata Panda suka sekali dengan biskuit. Ya, ada sebuah pabrik biskuit di Cina yang berhasil menciptakan biskuit yang digemari Panda. Panda-panda yang kekurangan gizi mengkonsumsi biskuit itu dengan lahap di pusat pemeliharaan panda raksasa Chendu di Provinsi Sichuan. Tapi, mengapa ya Panda itu bisa suka dengan biskuit tersebut? Waah, sobat percil ternyata bentuk biskuit tersebut dibuat mirip dengan bentuk bambu. Di dalam biskuit tersebut terdapat serat dan vitamin untuk meningkatkan nutrisi binatang yang semakin punah ini.
            Saat ini, di seluruh Cina, diperkirakan hanya ada 1000 Panda yang hidup di hutan, 120 di kebun binatang dan pusat penelitian. Dalam 20 tahun terakhir binatang ini telah berkurang sampai 40 %. Nah, jika makanan favorit Panda adalah biskuit, lalu makanan favorit sobat percil apa ya?





Buka Puasa di Kawasan Punclut (Pikiran Rakyat, Juli 2014)




Di tengah hiruk-pikuknya perkotaan dan pekerjaan, menyebabkan kita membutuhkan suasana yang berbeda. Suasana yang dapat menyegarkan badan dan pikiran. Suasana yang menghilangkan penat dan jauh dari kebisingan. Kebutuhan-kebutuhan untuk menyeimbangkan kehidupan itu, bisa kita dapatkan dengan memilih tempat yang tepat. Tempat yang mengalirkan sejuknya angin dari dedaunan dan pemandangan yang begitu hijau. Tempat dimana kita bisa menikmati cahaya matahari yang tenggelam di senja hari. Tempat yang menyediakan makanan tradisional dengan cita rasa pedesaan. Ya, dimana lagi kalau bukan di kawasan Puncak Ciumbuleuit Utara.
            Kawasan yang dikenal dengan sebutan Punclut ini terletak di dataran tinggi Ciumbuleuit. Berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat kota Bandung, atau hanya 3 kilometer dari pusat perbelanjaan Cihampelas. Jika Anda tidak membawa kendaraan, tidak perlu khawatir. Anda bisa menggunakan angkot jurusan Ciumbuleuit dan membayar ongkos sebesar tiga ribu rupiah. Dari pertigaan Ciumbuleuit, Anda bisa menyewa ojek dan membayar sekitar 10 sampai 15 ribu rupiah. Untuk Anda yang ingin lebih sehat, dari pertigaan tersebut Anda bisa berjalan kaki ke kawasan Punclut.
            Setibanya di sana, Anda akan menjumpai warung-warung makan berjajar sepanjang jalan. Warung-warung yang terbuat dari kayu dan bambu itu sengaja dibuat lesehan yang beralaskan karpet, agar pengunjung dapat makan dengan santai. Persis seperti ketika kita duduk di bale-bale dan memandang bukit berhias sawah dan kebun. Sambil menikmati makanan khas Sunda, kita juga bisa menyegarkan tenggorokan dengan sajian es kelapa muda.
            Makanan yang tersedia di kawasan Punclut ini mayoritas makanan khas Sunda, seperti; nasi timbel, ayam bakar, pepes ikan, tahu, tempe, ikan asin dan sambal. Tersedia juga lalapan dan sayur asem. Dengan harga yang relatif terjangkau, kita bisa menikmati ini seperti masakan rumah. Untuk anda yang ingin menikmati makanan lain, tak perlu khawatir, beberapa restoran juga memiliki menu tambahan lain.
            Warung-warung dan kafe di kawasan ini dibuka setiap hari. Mulai jam Sembilan pagi sampai jam sepuluh malam. Tapi jangan salah, beberapa warung tenda ada yang buka sampai 24 jam. Di warung-warung ini kita dapat mendengar alunan musik yang mengalun jika malam menjelang.
            Lantas bagaimana jika kita ingin menyelenggarakan acara di kawasan ini? Tentu saja di Punclut terdapat restoran yang menyediakan fasilitas tersebut. Salah satunya adalah Rumah Jati Bono. Restoran dengan bangunan yang terbuat dari kayu ini memiliki dua lantai. Di lantai satu, tersedia beberapa sofa dan kursi rotan, sedangkan lantai dua dibuat dengan konsep lesehan beralaskan tikar. Restoran ini bisa disewa untuk beberapa acara seperti pernikahan, meeting, ulang tahun, dan lain-lain. Dengan tambahan halaman belakang yang terbuka, tempat ini sangat cocok untuk acara kumpul-kumpul, baik dengan gaya outdoor maupun indoor.
            Nah, tunggu apalagi. Untuk Anda yang ingin menikmati makanan tradisional dengan suasana yang alami, kita bisa segera menuju ke sana. Apalagi di bulan Ramadhan ini, cocok untuk menyelenggarakan acara buka puasa bersama keluarga atau teman-teman.