Rabu, 19 September 2018

Kalau Bukan Karena Maut (Puisi Meitha KH)



kalau bukan karena maut,
kami tidak akan berpisah.
Cinta kami tak pernah usai
meski usia bertambah
meski keadaan berubah
meski ragaku berpindah-pindah

Kalau bukan karena kematian
tentu kami masih mencicipi kebahagiaan
tetapi setelah kematianmu pun
cinta ini bertambah
kerinduan membuncah
kenangan memerah

Kami bermalam di tepi lautan,
di lampu perkotaan, di liuk jalan kampung halaman, 

di jendela-jendela kamar, dan mabuk dalam persembunyian.
hubungan kami terancam
tetapi cinta,
siapa yang mampu mengendalikan?

Kalau bukan karena maut,
aku tak jua sadar
cinta kami
lebih dari besar

2018

Sabtu, 24 Juni 2017

Food Combining : Sehat dan Murah (2)



Masih membahas soal food combining (FC). Kenapa sih saya ngotot bahas soal diet FC ini? Karena saya sudah mempraktikkan berbagai jenis diet, dari yang alami sampai yang menggunakan obat. Tetapi buat saya kurang cocok. Sedangkan, ketika saya mencoba food combining, saya merasa tubuh saya segar, segala rasa sakit hilang, dan turun berat badan.

FC ini tujuan utamanya sehat. Langsing itu bonus.

Pembaca setia, banyak banget loh artikel tentang food combining. Silakan dicek kalau ingin lebih terperinci. Intinya, diet FC ini berfungsi untuk keseimbangan PH dalam tubuh, Jadi, kalau tubuh kita seimbang dan sehat, maka sel-sel mudah diperbaharui dan penyakit pun sembuh dengan sendirinya.

Kali ini saya akan memaparkan cara diet dan menu diet yang saya jalankan.
 

06.00 - 12.00: Waktu pembuangan (sarapan buah)
Bangun tidur, saya langsung minum jeruk nipis peres dicampur air hangat. Caranya tuang air hangat dulu, lalu peras jerus nipis/ jeruk lemon, minum pelan-pelan agar tercampur dengan air liur.
Satu jam kemudian, saya minum jus tanpa gula (buah naga, pepaya, apel, wortel).
Satu jam kemudian saya lapar (maklum ibu menyusui), kemudian saya makan buah potong (apa saja kecuali duren dan nangka) sampai kenyang. Kadang kadang saya makan sayur saja (waluh, buncis di rebus/kukus). Jangan sampai kita menahan lapar ya. Alhamdulilah BAB lancar setiap pagi.

Jam 12.00 - 20.00: Waktu pencernaan

Nah, di jam ini saya makan nasi dengan sayur sop atau pecel atau lotek. Boleh ditambah tempe, tahu atau perkedel. Intinya, karbohidrat tidak boleh dicampur dengan protein hewani. Jadi, kalau makan nasi, padanannya adalah sayur, tidak boleh ikan atau daging. Jika kita ingin makan ikan atau daging, padanannya sayur. Tetapi saran saya, makan daging itu sesekali saja, toh tubuh kita lebih baik jika diberi protein nabati. Sebelum malam, saya makan sayur dengan ikan atau sayur dengan tahu.

Saya tidak makan makànan olahan apapun seperti roti, susu, keju, kue, mie, dll. Lalau mau cheating karena kabita, paling ambil dua kue kecil.

Gampang, kan? Intinya sebisa mungkin kita makan makanan yang alami. selamat mencoba!

Selasa, 20 Juni 2017

Food Combining: Sehat dan Murah



Sudah lima bulan usia anak saya. Sejak melahirkan, banyak sekali yang saya kerjakan dan yang mereka (keluarga) kerjakan. Tentu saja, kehadiran bayi mengalihkan banyak perhatian, dan tentu saja hal utama yang harus diprioritaskan adalah soal kesehatan. Kesehatan untuk ibu dan bayi itu sendiri.

Ngomong-ngomong soal kesehatan, sejak hamil saya pelaku food combining (masih abal-abal sih) karena sering melanggar aturan. Tetapi, setiap pagi, jeruk nipis dan jus tidak pernah terlewat. Hasilnya, alhamdulilah anak saya putih dan bersih banget (Memang ngaruh? Ngaruhlah).

Setelah melahirkan, biasanya  orangtua sibuk menjejali makanan pada saya sebagai ibu menyusui. Sayur, ikan, bubur kacang, roti, dll. Mereka bilang supaya asinya banyak. Alhasil, pola makan food combining pun terlupakan. Saya tidak menyalahkan siapa siapa, toh saya sendiri selalu merasa lapar dan terkadang tidak peduli dengan apa yang saya makan. Hampir setiap hari saya merasa lemas, sakit lutut, sakit punggung, sakit kepala dan sakit perut. Karena saya menyusui, saya pikir saya kurang kalsium. Akhirnya, saya mulai menambah roti, susu, keju, sereal, dan daging. Namun, rasa sakit tersebut tidak juga hilang. 

Setelah usia anak saya empat bulan,  saya membaca kembali artikel tentang food combining. Lucu dan seru juga membuka twitnya Erikar Lebang. Saya mulai mencoba kembali pola makan food combining, meskipun jam makan siang  dimulai pada pukul 11.00. 

Setiap pagi, saya minum jus tanpa gula dua atau tiga gelas, siang hari saya makan nasi dan sayur. Jika  lapar, saya makan lagi sampai malam dengan menu ayam atau ikan. Saya  tidak lagi minum susu dan tmakan roti, keju, atau makanan olahan lain. Saya justru menambah air putih, dan sesekali sop buah.

Sudah dua minggu saya menjalani FC, alhamdulilah semua keluhan itu hilang. Lemas, sakit punggung, lutut, perut dan kepala sudah tidak ada. Saya semakin yakin dengan pola makan ini, bagaimana pun makanan dan minuman alami lebih baik. Semoga saya konsisten menjalankan food combining

Senin, 29 Juni 2015

Tempat Wisata Menyehatkan di Tirta Sanita (Pikiran Rakyat)


Mengisi liburan atau akhir pekan seringkali membuat kita kebingungan memilih tempat. Terlebih lagi jika ingin berwisata bersama keluarga. Sebab, setiap anggota keluarga tentu memiliki keinginan yang berbeda-beda. Ayah dan Ibu inginnya santai dengan menikmati pemandangan, sementara anak-anak inginnya menjelajahi wahana bermain. Jarak tempat wisata pun tak luput menjadi bahan pertimbangan, apalagi di tengah kondisi jalanan yang macet, kenaikan harga bahan bakar, sampai cuaca yang kurang bersahabat.

Tirta Sanita, merupakan tempat wisata yang tepat untuk mengakomodir keinginan seluruh anggota keluarga Anda. Terkenal dengan pemandian Air panas dan gunung kapur, tempat ini juga memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti; outbond, wahana bermain, gedung serbaguna, pesanggrahan, dan restoran. Terletak di jalan Raya Ciseeng, Parung, Kabupaten Bogor, taman wisata Tirta Sanita menjadi pilihan yang cukup bijaksana, sebab jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta dan juga Bogor.  

Ketika memasuki kawasan ini, Anda akan menemukan batu berukuran besar berwarna putih. Jika Anda naik sedikit ke atas, Anda akan melihat kolam air panas berwarna putih kehijauan. Kolam air panas ini digunakan untuk pemandian terbuka. Naik lagi lebih tinggi ke atas, Anda akan menemukan pemandangan yang indah, dengan hamparan sawah-sawah.

Pemandian air panas Tirta Sanita memang menyajikan pemandangan yang indah dan sejuk. Tempat yang memiliki luas sekitar 8 hektar ini berjarak sekitar 50 km dari kota Jakarta atau 1,5 jam perjalanan dengan mobil. Berdasarkan penelitian TEMAC  (Thai Engineering Materialis Analysis), C. Ltd., air panas di Tirta Sanita berasal dari gunung kapur yang mengandung belerang alami. Air panas ini bermanfaat untuk mengobati penyakit tulang dan kulit. Tidak hanya itu, air panas di Tirta Sanita juga mengandung garam yang membuat kulit semakin mulus setelah berendam. Selain itu, di tempat ini juga disediakan terapi bekam dan terapi ikan.

Untuk para orang tua atau Anda yang merasa membutuhkan terapi kesehatan dan berendam, dapat langsung mencoba mengunjungi pemandian tersebut. Sedangkan untuk anak-anak,  banyak sekali fasilitas permainan yang disediakan, seperti; Kora-kora, rumah balon, becak mini, kincir mini, paint ball, bom-bom car, kereta api, sepeda air, dan lain-lain.

Masih belum puas dengan permainan anak-anak yang tersedia? Di tempat wisata tersebut juga menyediakan program outbond seperti; High Rope untuk anak-anak dan dewasa (terowongan, jembatan, line ban, jaring laba-laba, flying fox), Edukasi Farmer (little army, menanam jagung, menangkap ikan, menanam padi), Edukasi kreatif (Edukasi tanah liat, layang-layang, tari tradisional, angklung), games anak-anak, dan team building.

Cukup lengkap bukan? Lantas bagaimana untuk wisatawan yang berasal dari luar Jakarta atau Bogor? Terkadang kita ingin menghabiskan waktu selama beberapa hari. Tidak perlu khawatir, akomodasi tersedia lengkap di dalam kawasan Tirta Sanita. Mulai dari tenda kemping dengan berbagai tipe, sampai penginapan. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Untuk tenda sendiri berkisar dari 150 ribu sampai 1 juta, sedangkan penginapan mulai dari 150 ribu sampai 200 ribu per malam.

            
Tiket masuk untuk memasuki tempat wisata ini antara 8.000 - 12.000 rupiah. Biasanya jika hari sabtu dan minggu harganya berbeda. Sedangkan untuk permainan tiket berkisar dari 5.000 -- 50.000 rupiah. Untuk kolam rendam sendiri, harganya antara 5.000-15.000 rupiah. Bagaimana dengan urusan makan? Selain tersedia berbagi menu pilihan yang bisa dimakan di tempat,  Tirta Sanita juga memiliki restoran yang menyediakan makan dan snack paket box dengan harga Rp. 35.000/ box.

Menuju tempat wisata Tirta Sanita tidaklah begitu sulit. Sesampainya di Bogor, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Pasar Parung, kemudian ambil jalan ke kiri menuju gunung kapur. Dan jika Anda berasal dari Jakarta, sebaiknya melalui Serpong, kemudian menuju Muncul, lalu pasar Prungpung, dan lurus sekitar 4 km menuju lokasi. Sedangkan jika Anda menggunakan transportasi umum, gunakan angkot D-29 dari Ciputat menuju Parung, lalu naik angkot menuju Ciseeng.
 
Nah, menarik bukan. Tirta Sanita memang tempat wisata yang lengkap untuk keluarga, selain bersenang-senang, tempat ini pun menyehatkan




Kamis, 23 Oktober 2014

Mesin Waktu (Time Machine)


It’s been an honour for me to take pictures of my friend’s poems book. Meitha KH wrote a poems book entitled “Mesin Waktu” (Time Machine). “Mesin Waktu (Time Machine)” is an anthology of 49 poems written between 2002 – 2012. Meitha KH is well-knowned as a presenter at MQTV and a writer for several articles and publications. We can read more about her on her blog at : http://meithakh.blogspot.com
Soni Farid Maulana, who wrote the “Mesin Waktu” introduction, told that Meitha’s poems were talking about love in socio-religious and even more, in mystical-religious point-of-view. Soni said that Meitha’s poems were very personal, simple, but full of meanings and nuances. Well, I couldn’t make any judgement or review about the content of “Mesin Waktu” because I don’t have a literature background and I’m not a valid and reliable person to make any assessment about poetry.
What I could do was just trying to produce a still-life photography about this book. This poems anthology related with ‘time’ so I configured its visual with “time-related” accessories. I used a clock and a calendar (which then I made some cuts of the calendar) and I set them on a multi/still-life table. I used a variety set of lighting by using 2 softboxes and a halogen lamp. (Zakaria Lantang)

Pasir Putih Pantai Sawarna - Pikiran Rakyat 6 September 2014




Siapa sangka, di daerah Bayah, perbatasan antara Propinsi Jawa Barat dan Banten ini, terdapat pesona alam yang tersembunyi. Ya, pantai Sawarna. Pantai dengan panjang sekitar 65 kikometer  ini merupakan  surga yang tersembunyi di laut selatan. Siapa sangka pula, jika kita meneruskan perjalanan sekitar 1,5 jam dari Karang Hawu Pelabuhan Ratu, kita bisa menemukan pantai tersebut. Pantai dengan hamparan pasir putih dan bersih, dengan air laut yang jernih, dan gulungan ombak menderu-deru ke sudut kalbu, menenangkan hati dan menyegarkan pikiran.
            
Pantai Sawarna ini berada di wilayah Kampung Gendol. Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Pantai pemilik debur ombak yang indah ini berjarak sekitar 150 km dari pusat kota Rangkasbitung atau sekitar 4 jam dari kota Sukabumi.  
            
Menuju Pantai Sawarna bukan merupakan perjalanan yang sulit. Setelah melewati Pelabuhan Ratu dari arah Sukabumi, kita dapat melanjutkan perjalanan sekitar 1,5 jam. Jika kita menggunakan kendaraan umum, kita bisa berhenti di pinggir jalan utama menuju pantai Sawarna. Tersedia jasa ojek di situ dengan jarak tempuh 12 km. Sesampainya di desa Sawarna, kita akan menyusuri sebuah gang  dengan melewati jembatan gantung, lalu kita diharuskan membayar karcis seharga lima ribu rupiah. Di situlah pusat wisata Pantai Sawarna. Dan di situ pula penginapan-penginapan kecil mulai terlihat dan lautan biru semakin tampak.

 

Pantai Sawarna, pada mulanya dikunjungi oleh wisatawan asing dari Amerika, Australia, Jepang dan Korea. Kebanyakan wisatawan tersebut  gemar bermain Surfing (berselancar), mereka berangkat dari arah Pangandaran menggunakan kapal kecil dan menemukan pantai ini. Terkagum-kagum dengan keindahan pantai dan pasir putihnya yang masih perawan, akhirnya para wisatawan asing itu menceritakan tentang Sawarna kepada teman-temannya. Selain ombaknya yang menantang untuk bermain surfing, di Pantai ini juga terdapat karang yang tinggi, yang dikenal dengan nama “Karang Taraje”. Sejak itulah, banyak wisatawan asing yang datang ke pantai ini, dan sejak itu pula, penduduk sekitar mulai mengelola pantai tersebut dan membuat beberapa penginapan atau “Home Stay”.

 
Untuk penginapan atau homestay, harga yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari 150 ribu sampai 350 ribu rupiah. Tergantung fasilitas yang akan kita pilih. Pemilik penginapan menyediakan tempat tidur, kamar mandi, kipas angin, dan AC. Untuk urusan makan, pemilik penginapan juga menyediakan makan 3x sehari. Kita bisa memilih makan di tempat penginapan atau membeli terpisah di kedai makan dekat pantai Sawarna.
 
Bukan hanya kawasan itu saja yang tersedia di Sawarna. Sekitar 7 km dari depan gang, kita bisa menemukan  penginapan yang lain yang dibangun di sisi pantai tanpa perlu membayar karcis. Hanya saja, di kawasan itu tidak begitu ramai. Rata-rata, para wisatawan memilih untuk tinggal di pusat kawasan utama untuk berselancar dan menikmati keindahan pantai.
 
Meskipun pantai Sawarna belum dikelola oleh pemerintah propinsi, masyarakat setempat sudah mulai membangun daerah pariwisata tersebut. Hampir seluruh penduduk sekitar pantai, membangun penginapan kecil dan kedai-kedai makan di pinggir pantai. Kita dapat menikmati berbagai jenis ikan laut yang masih segar; seperti kepiting, bawal, udang, cumi, dan lain-lain.
 
Lantas, apa saja yang dapat kita temukan di daerah tersebut? Ternyata banyak keindahan yang dapat kita resapi di daerah ini. Selain keindahan pantai dan pasir putihnya, kita juga dapat berkeliling untuk melihat gua dan karang. Salah satu karang yang cukup terkenal adalah Karang Taraje. Di Karang ini, Anda dapat memandang pantai dengan bentangan karang yang besar dan luas, juga cekungan karang yang membentuk kolam di antara sela karang. Cekungan tersebut berisi ikan yang sering dijadikan tempat memancing oleh penduduk setempat. Hal lain yang dapat kita temukan adalah agrowisata di area pesawahan. Kita dapat mencari batu-batu hias di sungai Cisawarna, mengunjungi tempat pelelangan ikan, melakukan panjat tebing, atau menuju suaka alam yang terletak di sebelah timur desa Sawarna.
 
Nah, menarik bukan. Ternyata, masih banyak keindahan alam di pulau Jawa yang bisa kita nikamati dan kita syukuri keindahannya. Tempat ini cocok untuk liburan Anda  bersama teman-teman atau keluarga, bahkan bagi pasangan yang baru menikah dan ingin menikmati bulan madu.

           
           

             

Selasa, 08 Juli 2014

Puisi-puisi di Bali Post



Cimandiri

Membayang-bayang terbayang-bayang
Sungai Cimandiri kekal di ingatan
Sewaktu muda, tubuh kita belia
Kau petik bunga, pipiku merah merona

Di kiri sungai itu, rumput kian belukar
Duduk kita di atas batu. Besar juga bisu
Langit lebih cerah dari sekarang
Kekhawatiran lebih lenyap dari masa depan

Bening sungai memanjang di batinku
Tanpa perahu menuju pulang
Hanya dayung kenangan

Bening sungai di matamu
Cimandiri waktu itu
Begitu lugu

2014



Terlampau Aku

Terlampau sering kita berputar
Sampai sesat di jalan
Sampai lupa arah pulang

Terlampau banyak tempat untuk singgah
Sampai debu-debu melekat di tubuhku
Sampai langkah sulit berpacu
Sampai pada ingin menyerah

Terlampau sering kita mencari
Kesempurnaan dari luar diri
Kelengkapan yang tiada henti

Sampai segala yang kita miliki
Lama-lama pergi
Tak ada arti

2014